Mengapa begitu banyak perusahaan melakukan Branding di lapangan olahraga?
Branding lapangan olahraga terbukti efektif sebagai media Advertising & Public Relations.

Dengan menggunakan permukaan lapangan olahraga terbuka (outdoor) sebagai media iklan, pengaplikasian logo pada areal lapangan olahraga telah menjadi trend baru dalam marketing communication untuk mempromosikan sebuah brand, sekaligus memberikan dampak positif yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
 
Branding pada lapangan olahraga dapat dilakukan pada lingkungan Sekolah dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang tersebar di berbagai wilayah.

Lapangan olahraga pada areal sekolah merupakan media yang sangat strategis untuk mempromosikan produk dan jasa yang ditujukan untuk segmen pasar anak muda, terutama di kalangan pelajar dan mahasiswa.

Sedangkan pada areal Ruang Terbuka Hijau, lapangan olahraga digunakan oleh berbagai kalangan masyarakat untuk berinteraksi sehingga jangkauan pemasaran dapat mencakup semua segmen.

PT.Texmura menyediakan jasa spesialis branding lapangan olahraga dengan logo yang diaplikasikan pada permukaan lapangan olahraga, dengan pengalaman lebih dari 20 tahun dalam sportcourt resurfacing. Menggunakan teknologi pelapisan SigmaTurf®Acrylic Surfacing System, memberikan permukaan lapangan resistensi yang kuat terhadap sinar ultraviolet dan air hujan. Dengan material spesifikasi khusus outdoor dan sistem pelapisan lapangan yang bermutu, cat dan logo pada  permukaan lapangan tidak akan cepat pudar dan bertahan lama hingga 5 tahun.

Hubungi kami untuk mewujudkan Program Branding produk dan jasa Anda yang berkualitas dan tahan lama.

Ruang Terbuka Hijau di Jakarta Baru 9,8%

JAKARTA - Berdasarkan data Bappeda DKI Jakarta tahun 2011, jumlah ruang terbuka hijau (RTH) yang dimiliki Kota Jakarta saat ini hanya 9,8 persen dari keseluruhan luas wilayah.

"Dari tahun 2000 Jakarta punya RTH sekira sembilan persen, hingga 2012 ini menjadi 9,8 persen. Jadi, bisa dibilang dalam kurun waktu lebih dari satu dekade penambahan RTH di Jakarta tidak sampai satu persen," kata Pakar Tata Kota Nirwono Joga, di Kementerian PU, Jakarta, Rabu (31/10/2012). 


Menurutnya, ketersediaan lahan yang terbatas di Jakarta menjadi kendala utama dalam peningkatan RTH di wilayah ibu kota. Untuk itu, sangat diperlukan peran dan kerja sama yang dari para pimpinan politik.


 "Selain itu, dari catatan kami, paling tidak ada 350 taman di Jakarta dari yang kecil sampai besar, tapi yang hanya bisa direkomendasikan untuk dikunjungi sekira 10-15 taman saja," ujarnya.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, RTH dinilai menjadi suatu hal yang penting lantaran fungsinya untuk masyarakat kota. Lalu, apa sebenarnya fungsi penting tersebut?

"Secara teori, di Jakarta jumlah orang padat. Tempat tinggal tidak ada halaman karena lahan sempit, atau misalnya mereka yang tinggal di apartemen," kata ahli tata kota, Tjuk Kuswartojo.

Oleh sebab itu, lanjutnya, masyarakat kota membutuhkan RTH sebagai tempat untuk mencari udara dengan cara melakukan berbagai aktivitas. Misalnya Duduk, membaca, olah raga, atau hanya sekedar mengobrol. "Idealnya begitu," tandas dia. 


Sumber:
Nur Januarita Benu - Okezone

Browser anda tidak mendukung iFrame

Rabu, 31 Oktober 2012 18:45 wib



Jakarta, Sumber: night PR

Jokowi Anggarkan Rp 20 Miliar Bangun Ruang Terbuka Hijau



Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) berkunjung ke kebun pengujian Dinas Pertamanan DKI di Kebun bibit Ciganjur, Jakarta Selatan. Jokowi mengaku ingin melihat semua kegiatan yang dimiliki Pemprov DKI Jakarta. Dia ingin wujudkan Jakarta sebagai kota hijau.

"Semua akses, kegiatan yang kita punyai semuanya saya ingin mengerti semuanya. Kita ini kan mau menghijaukan Jakarta total. Tapi kekuatan potensi yang ada kan harus dilihat, kita punya seperti ini," kata Jokowi saat di kebun pengujian Dinas Pertamanan DKI Jakarta di Kebun bibit Ciganjur, Jakarta Selatan, Senin (14/1).

Menurutnya, mudah sekali mewujudkan Ibu Kota sebagai hutan kota. Namun, hal tersebut terkendala lahan.
"Bukan kurang, gampang sekali untuk mengelola kehijauan Jakarta. Tetapi sekali lagi diperlukan di tempat yang lain. Di tempat lain kan ada selain di Srengseng," jelasnya.

Jokowi mengatakan anggaran untuk ruang terbuka hijau (RTH) tahun lalu dianggap kecil, dibanding tahun ini. Sebab, anggaran 2012 sebesar Rp 300 juta, sedangkan 2013 dianggarkan senilai Rp 20 miliar.
"Nanti tahun depannya (2014) lagi kalau perlu ya satu triliun rupiah. Iya dong, mau hijau ndak? Ya iya, udah. Ya itu," kata Jokowi enteng.

Jokowi mengatakan kebun bibit ini dipergunakan untuk RTH. Terlebih dahulu tanaman dilakukan uji coba, apakah sesuai dengan kondisi Ibu Kota atau tidak. Kemudian, setelah dilakukan pengujian, maka baru dilakukan penanaman di wilayah Jakarta.

"Tidak perlu itu, langsung bawa ke lapangan," terangnya.
Sumber: MERDEKA.COM,